FENOMENA BOLOS SEKOLAH DAN PENYEBAB – PENYEBAB NYA DI SMAN 46 JAKARTA


JL.Masjid Darussalam ,Kebayoran Baru , Jakarta Selatan


DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD ADITYA HASBULLAH
RAMA TRIANANDA







KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan penelitian  ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga penelitian  ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca..

Harapan saya semoga penelitian  ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi penelitian ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

penelitian ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan penelitian  ini.

Jakarta, 2 Mei 2019
Penyusun












DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................. 2
Bab I ................................................................................................. 4
a.Latar Belakang............................................................................. 4
b.Rumusan Masalah ...................................................................... 4
c. Tujuan Masalah ......................................................................... 4
d. Manfaat Masalah .................................................................. 4
Bab II ................................................................................................ 5
a.Landasan Teori............................................................................ 5
b. Dampak Membolos Sekolah ...................................................... 7
c. Kerangka Berfikir ........................................................................ 8
d. Hipotesa ..................................................................................... 8
Bab III ............................................................................................... 9
a.Tempat dan waktu penelitian...................................................... 9
b.Metode Penelitian....................................................................... 9
c.Teknik Pengambilan Sampel........................................................ 9
d. Teknik Pengumpulan Data.......................................................... 9
e. Teknik Analisa Data .................................................................... 10
Bab IV .................................................................................................. 11
a.Variabel Penelitian ...........................................................................        11
b. Teknik Analisa Data .........................................................................        11
c. Kesimpulan Data ............................................................................. 11
d. Penafsiran Data .............................................................................. 12
Bab V ................................................................................................... 13
Kesimpulan ..................................................................................... 13
Saran ............................................................................................... 13
Lampiran ............................................................................................. 14
Daftar Pustaka .................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan sejatinya sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat, karena pendidikan berpengaruh kepada pola piker, pola prilaku. semakin tinggi tingkat pendidikannya maka akan semakin bagus dan baik pula ucapan dan prilakunya. Pendidikan ada 3 macam yaitu pendidikan formal, non formal dan informal sekolah termasuk pendidikan formal fungsi lembaga sekolah diantaranya mempersiapkan manusia yang terdidik dan trampil, memperbaiki masa depan.
      Fokus utama lembaga pendidikan terletak pada upaya sosialisasi norma-norma yang dijunjung tinggi, dan akan diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Dalam proses sosialosasi ini, diharapkan warga masyarakat akan memiliki pengertian kemampuan , dan sikap yang diharapkan oleh masyarakat yang bersangkutan. Pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk membangun manusia yang seutuhnya. Dalam zaman semakin kompleks tuntutan akan pentingnya pendidikan semakin besar mengingat arus perkembangan dunia yang semakin cepat. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jika pendidikan berhenti maka berhentilah dunia ini, artinya selama dunia masih tetap ada maka pendidikan akan selalu berlangsung hal ini di perlukan karena pendidikan merupakan tuntutan kehidupan yang membutuhkan tanggapan yang cermat dalam mencerdaskan bangsa sehingga mampu menghadapi tuntutan global.
   Bolos sekolah (membolos) merupakan salah satu prilaku tindakan menyimpang. Perilaku menyimpang adalah segala bentuk pola perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial dalam masyarakat banyak pelajar terutama pelajar laki-laki yang membolos sekolah tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada siswa perempuan .
      Dengan melakukan penelitian mengenai “fenomena Bolos Sekolah” untuk mengetahui penyebab-penyebab dan dampak bolos sekolah bagi siswa yang bolos sekolah.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang menyebabkan bolos sekolah?
2.      Bagaimana dampak bagi siswa yang bolos sekolah?
3.      Bagaimana pengaruhnya pada prestasi bagi siswa yang membolos sekolah?
C.    . Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui penyebab siswa bolos sekolah
2.      Untuk mengetahui dampak siswa bolos sekolah
3.      Untuk mengetahui dampak bolos sekolah kepada prestasi siswa
D.    Manfaat Penelitian
Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang penyebab, dampak dan pengaruh bolos sekolah bagi siswa
Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan siswa
Memiliki siswa-siswi yang rajin dan tertib untuk mentaati peraturan sekolah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Landasan Teori
Pengertian Membolos
          Membolos dapat diartikan sebagai perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat, atau membolos juga dapat dikatakan sebagai ketidakhadiran siswa tanpa adanya suatu alasan yang jelas. Membolos merupakan salah satu bentuk dari kenakalan siswa, yang jika tidak segera diselesaikan atau dicari solusinnya dapat menimbulkan dampak yang lebih parah.

Menurut Surya (2001:97), membolos adalah bentuk perilaku meninggalkan aktivitas yang seharusnya dilakukan dalam waktu tertentu dan tugas/ peranan tertentu tanpa pemberitahuan yang jelas. Sedangkan menurut Gunarsa (2006:55) membolos adalah pergi meninggalkan sekolah tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Menurut Ervi (2012:32) membolos adalah suatu perbuatan dimana siswa datang terlambat dan melarikan diri dari aktivitas sekolah.
2.Pendidikan menurut beberapa tokoh :
a.       Menurut Prof H. Mahmud Yunus
Pendidikan adalah suatu yang dengan sengaja dipilih untuk memengaruhi dan membantu anak yang tujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan
b.      Menurut Prof Dr. John Dewey
Pendidikan merupakan suatu proses pengalaman, karena kehidupan merupakan pertumbuhan maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia.
3. Belajar menurut beberapa tokoh :
a.       Menurut winkel
Belajar adalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman
b.      Menurut moh surya
Belajar adalah suatu proses usaha yang di lakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan .


4.Faktor –Faktor Penyebab Siswa Melakukan Pembolosan Sekolah
 1. Faktor Sekolah
Faktor sekolah yang berisiko meningkatkan munculnya perilaku membolos pada remaja antara lain kebijakan mengenai pembolosan yang tidak konsisten, interaksi yang minim antara orang tua siswa dengan pihak sekolah, guru-guru yang tidak suportif, atau tugas-tugas sekolah yang kurang menantang bagi siswa.
2. Faktor Personal
Misalnya terkait dengan menurunnya motivasi atau hilangnya minat akademik siswa, kondisi ketinggalan pelajaran, atau karena kenakalan remaja seperti konsumsi alkohol dan minuman keras.


3. Faktor Keluarga
Meliputi pola asuh orang tua atau kurangnya partisipasi orang tua dalam pendidikan anak (Kearney, 2001).

Menurut Gunarsa (2002), faktor penyebab anak absent dan tidak ke sekolah dibagi dalam 2 kelompok, yaitu:

1. Sebab dari Dalam Diri Anak itu Sendiri
Pada umumnya anak tidak ke sekolah karena sakit
Ketidakmampuan anak dalam mengikuti pelajaran di sekolah
 Kemampuan intelektual yang tarafnya lebih tinggi dari teman-temannya
Dari banyaknya kasus di sekolah, ternyata faktor pada anak yaitu kekurangan motivasi belajar yang jelas mempengaruhi anak
2. Sebab dari Luar Anak
a. Keluarga
Keadaan Keluarga --> Keadaan keluarga tidak selalu memudahkan anak didik dalam menggunakan waktu untuk belajar sekehendak hatinya. Banyak keluarga yang masih memerlukan bantuan anak-anaknya untuk melaksanakan tugas-tugas di rumah, bahkan tidak jarang pula terlihat ada anak didik yang membantu orang tuanya mencari nafkah.
Sikap Orang Tua --> Sikap orang tua yang masa bodoh terhadap sekolah, yang tentunya kurang membantu mendorong anak untuk hadir ke sekolah. Orang tua dengan mudah memberi surat keterangan sakit ke sekolah, padahal anak membolos untuk menghindari ulangan.
b. Sekolah
Hubungan anak dengan sekolah dapat dilihat dari anak-anak lain yang menyebabkan ia tidak senang di sekolah, lalu membolos.
Anak tidak senang ke sekolah karena tidak senang dengan gurunya.

4.SOLUSI MENGATASI PERMASALAHAN
a.       Belajar kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman .
b.      Rajin membuat cacatan intisari pelajaran bagian-bagian penting dari   pelajaran sebaiknya dibuat dicacat dikertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehngga dapat dibaca dimanapun kita berada.
c.       Membuat perencanaan yang baik untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana percapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan.
d.      Menjadi aktiv bertanya dan ditanya, jika dalam hal yang belum jelas maka Tanyakan kepada guru, teman atau orang tua jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabanya,

DAMPAK MEMBOLOS SEKOLAH
1. Tertinggal Pelajaran
Dengan kamu sering bolos maka akan banyak mata pelajaran yang tidak kamu ikuti, dan penguasaan kamu terhadap pelajaran akan tertinggal oleh teman-temanmu yang lain.
2. Tidak Disenangi Guru
Anak yang sering bolos Sekolah tidak akan disenangi oleh guru. Ketika kamu tidak disenangi oleh gurumu sendiri kamu tentu tidak akan merasa nyaman belajar di Sekolah bukan. Makanya jangan suka bolos Sekolah ya!
3. Nilai Kecil
Karena banyaknya pelajaran yang tidak kamu ikuti maka ketika kamu ulangan kamu hanya akan bisa menjawab sedkit dari soal-soal yang ada. Sehingga nilaimu akan kecil.
4. Di Keluarkan dari Sekolah
Sekolah tertentu dengan peraturan yang ketat, biasanya ketika muridnya bolos sampai seminggu akan mengeluarkan SP bahkan Hingga Drop Out. Kamu mau dikeluarkan dari Sekolah? Sekolah itu mahal loh.
5. Dikucilkan Teman
Anak yang sering bolos biasanya akan dikucilkan oleh anak yang lain, karena anak yang rajin Sekolah merasa bergaul dengan anak yang sering bolos bukan hal yang baik. Takutnya terbawa suka bolos juga.



6. Membuat Malu dan Kecewa Orang Tua
Ketika orang tuamu dipanggil ke Sekolah karena kamu yang sering bolos, maka mereka akan malu sekaligus kecewa dengan perbuatanmu itu. Apakah kamu tega membuat kecewa kedua orang tuamu yang telah membesarkan kamu?
7. Masa Depan Suram
Orang yang sering bolos, sekalipun lulus tentu hanya akan mendapat nilai seadanya dan juga kemampuan yang pas-pasan. Secara logika bisa dipastikan masa depannya akan suram, ya kecuali ada suatu keajaiban.
8. Menyesal di Kemudian Hari
Penyesalan memang selalu datang di akhir. Begitupun dengan orang yang sering bolos, mungkin ketika masih Sekolah mereka akn senang senang saja karena biaya tinggal minta ke orang tua. Tapi ketika sudah dewasa dan masuk dunia kerja, pasti akan menyesal karena anak-anak yang rajin Sekolah mendapat pekerjaan yang layak dan kamu tidak.
C) Kerangka Berfikir
         Kerangka berpikir ialah penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan kita. Kerangka berfikir disusun berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan. Kerangka berfikir merupakan argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis. Untuk merumuskan hipotesis, maka argumentasi kerangka berfikir menggunakan logika deduktif dengan memakai pengetahuan ilmiah sebagai premis-premis dasarnya. Kerangka berfikir adalah buatan kita sendiri, yaitu cara kita berargumentasi dalam merumuskan hipotesis.
        Masalah yang ditimbulkan remaja dilingkungan sekolah salah satunya ialah membolos. Membolos adalah bentuk perilaku meninggalkan aktivitas yang seharusnya dilakukan dalam waktu tertentu dan tugas/peranan tertentu tanpa pemberitahuan yang jelas. Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk dari penyimpangan perilaku, akibat dari perilaku menyimpang khususnya membolos tersebut dapat berdampak bagi diri sendiri dan orang lain diantaranya ketidak mampuan berprestasi, siswa menggunakan waktu luangnya untuk mengganggu teman-temannya di kelas, kegelisahan yang tidak realistis, kesedihan dan depresi, kesulitan bergaul dan ketergantungan yang berlebihan kepada guru.
      Perilaku membolos perlu mendapat perhatian penuh dari berbagai pihak disekolah khususnya guru bimbingan dan konseling di sekolah, karena jika dibiarkan, perilaku ini akan sangat merugikan, tidak hanya bagi siswa itu sendiri, namun perilaku membolos dapat menjadi sumber masalah baru. Bila tidak segera ditindak lanjuti, orang tua dan guru di sekolah juga akan ikut menanggung akibat dari perilaku membolos siswa. Melihat permasalahan tersebut, maka perlu adanya langkah guna mengentaskan masalah perilaku membolos siswa tersebut.
d) Hipotesa
      H0: perilaku membolos tidak dapat dikurangi atau semakin bertambah karena pelayanan konseling kelompok.
     H1: perilaku membolos dapat dikurangi setelah mendapatkan layanan konseling kelompok



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.    Tempat Dan Waktu Penelitian
           1. Tempat Penelitian : SMA NEGERI 46 JAKARTA , JL. Masjid Darussalam , Kebayoran Baru , Jakarta Selatan.

2. Waktu : Senin , 29 April – Rabu, 1 Mei 2019
B.     Metode Penelitian :
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan , penulis menggunakan metode :
Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta dilapangan
C. Teknik Pengambilan Sampel
    Penulis mengambil beberapa sampel saja untuk melakukan penelitian ini yaitu :
2 orang X IPS 1
2 orang X IPS 2
D. Teknik Pengumpulan Data
 Wawancara merupakan teknik pengumpulan data secara langsung antara peneliti dan informasi yang dilakukan melalui percakapan
Wawancara langsung
Yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang tersebut.
 X IPS 1
Nama : Figo Azfa
Nama :Destian Pandu
X IPS 2
Nama :  Arie  Satria A.
Nama  : Aldi Ghazi
Aspek yang diamati
Item pertanyaan

Melakukan usahausaha positif untuk mencapai keberhasilan.
Apakah subjek selalu masuk sekolah dengan rajin?
Berapa jumlah kehadiran rata-rata subjek dalam sebulan terakhir?
Apakah subjek selalu mengerjakan tugas dengan baik?
Apakah subjek pernah melanggar aturan tata tertib di sekolah?
Apakah subjek selalu memperhatikan dan mendengarkan dengan baik ketika guru sedang menyampaikan materi pembelajaran?


E.TEKNIK ANALISA DATA
       
        Menurut hasil penelitian yang kami lakukan , hasilnya sudah memuaskan , para nasumber dapat menjawab pertanyaan dengan baik , dimana rata –rata subjek selalu rajin untuk datang ke sekolah , rata – rata  kehadiran pada setiap kelas nya berbeda – beda sesuai situasi dan kondisi , jika pada hari efektif sekolah jumlah kehadiran mencapai 95% , hanya beberapa orang saja yang tidak hadir diakibatkan sakit , tetapi jika ada hari libur di tengah hari efektif sekolah , atau yang biasa disebut HarPitNas ( Hari Kejepit Nasional ) jumlah kehadiran hanya mencapai sekitar 75% , itu semua karena mereka beralasan untuk membolos sekolah karena mereka malas . Mengenai Tugas , ada beberapa siswa yang masih mengerjakan nya di sekolah , mereka mengatakan bahwa mereka malas untuk mengerjakan nya dirumah karena tidak mengerti dengan materi yang diajarkan. Dari sampel yang kami teliti , 3 dari 4 subjek pernah melanggar tata tertib sekolah yaitu karena tidak menggunkan atribut sekolah dengan lenggkap seperti pada saat upacara mereka tidak membawa topi ataupun ikat pinggang . Guru sangat berperan penting untuk siswa , guru sudah seharusnya mengajarkan materi materi pada siswa nya secara mendalam supaya siswa dapat mengerti , tidak semua subjek selalu memperhatikan guru dengan baik , ada yang mengantuk , ada yang sedang mendengarkan lagu , atau bahkan ada yang mengerjakan pr di saat bukan pelajaran nya .












BAB IV
HASIL PENELITIAN
Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas (Independen Variabel) Variabel bebas (independent variable) ialah ubahan yang menjadi sebab berubahnya atau timbulnya dependen variable. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konseling kelompok
2. Variabel Terikat (Dependen Variable) Variabel terikat ialah ubahan yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya penjuru variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah siswa membolos. Dalam penelitian ini terdapat hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Hubungan antara dua variabel tersebut berupa hubungan asimetris dimana satu variabel mempengaruhi variabel yang lain
 Hubungan asimetris yang terbentuk berupa hubungan antara stimulus dan respons dalam bentuk bivariat (dua variabel). Hubungan asimetris dalam penelitian ini terlihat dari variabel bebas (sebagai stimulus) n variabel terikat (sebagai perespon) dalam pengaruh konseling kelompok terhadap penanganan siswa membolos Hubungan variabel-variabel tersebut dapat digambarkan dalam diagram paradigma penelitian sebagai berikut:
Variabel (x)                                                                           Variabel (y)


Teknik Analisa Data
Memformulasikan hipotesis
H0 : Absensi siswa membolos sebelum konseling kelompok = Absensi siswa membolos sesudah konseling kelompok.
H1 : Absensi siswa membolos sebelum konseling kelompok ˂Absensi siswa membolos sesudah konseling kelompok.

KESIMPULAN ANALISA
Variabel
Sub
Variabel
Indikator
Metode

konseling kelompok
Fungsi
- Mencegah munculnya masalah siswa membolos
 - Memberi motivasi terhadap konseling
 - Meningkatkan pemahaman akan diri konseling
Memberikan perlakuan konseling kelompok


Tujuan
-Memberi wawasan kepada konseling
 -Mengembangkan ketrampilan mengungkap masalah yang dihadapi konseling
-Memahami lingkungan pendidikan
Memberikan perlakuan konseling kelompok


Manfaat
- Meningkatkan kepercayaan diri - memperoleh masukan dari teman - menghormati pendapat orang lain
Memberikan perlakuan konseling kelompok



















Variabel

Sub
Variabel

Indikator



Siswa Membolos


Akibat

-Ketinggalan pelajaran
-pemahaman terhadap materi kurang
 -prestasi belajar menurun
 -dapat mempengaruhi teman


Penyebab
-Faktor Keluarga
 - Sekolah


E.PENAFSIRAN ANALISA DATA
      Berdasarkan penelitian , penafsiran  analisa data yaitu
Konseling Kelompok memliki fungsi , tujuan , dan manfaat . Didalam isinya terdapat untuk meningkatkan motivasi siswa untuk tetap masuk sekolah , dan memahami lingkungan pendidikan .
Siswa Membolos memiliki akibat dan penyebab yaitu dapat tertinggal pelajaran , prestasi belajar menurun , dll.




BAB V
KESIMPULAN & DATA
A.    Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa melakukan bolos sekolah karena merasa malas (tidak suka) terhadap salah satu mata pelajaran dan merasa bosan terhadap suasana dikelas.
Dampak yang dirasakan siswa yang membolos sekolah adah ketinggalan pelajaran dan kurang bersosialisasi dengan teman.
Meraka sebenarnya telah merasakan pengaruh dan dampak dari bolos sekolah terhadap prestasi mereka disekolah. Tetapi mereka tetap saja melakukannya, dengan alasan malas.
B.     Saran
1.      Sekolah terutama guru harus bisa mengsosialisasikan pengaruh buruk bolos sekolah kepada siswa
2.      Siswa harus memiliki teman yang baik agar tidak lagi membawa keperbuatan yang jelek atau buruk
3.      Suasana kelas harus dirubah manjadi tempat yang menyenangkan bukan lagi tempat yang membosankan.

Lampiran



































Daftar Pustaka


https://belajarpsikologi.com/kata-pengantar-contoh-kata-pengantar/
http://www.pendidikanekonomi.com/2013/04/perilaku-membolos-dan-faktor-yang.html
http://www.jejakpendidikan.com/2017/04/pengertian-perilaku-membolos.html
http://repository.upi.edu/18555/6/S_PSI_1004564_Chapter3.pdf
http://tionunit6.blogspot.com/2016/04/contoh-hasil-penelitian-siswa-membolos.htmlhttp://digilib.uinsby.ac.id/6966/6/Bab%203.pdf
http://repository.uinsu.ac.id/4604/4/BAB%20II.pdf

Comments